
Tadi aku nyoba ngeklik namaku Irma Safni di mbah Google eh ternyata nemu tugas kuliahku pas jaman semester 1...tugas kuliah itu diberikan oleh dosen pengampu yang menurutku agak killer dalam mata kuliah yang berjudul "Ilmu Sosial Dasar"
eh gilee aje...baru semester 1 udah dikasih tugas yang menurut aku dan teman-teman agak berat...tentang skripsiiii booo....padahal skripsi mah ntar di semester-semester akhir loh yaah....hahaa
tapi wesh ra po2 lah (*kenapajadibahasajawagini) anggap aj buat pembelajaran langsung ke level yang cukup tinggi meeenn...hehe :)
Inilah tulisanku, seorang anak semester 1 yang belum ngerti banget tentang metode ilmiah...yeaaahh *silahkandisimak yah sob, Sbb :
Sudut-Sudut Pemikiran
·
PENGANTAR
Sejak manusia terlahir di dunia ini pasti
memiliki sebuah keingintahuan.Dari keingintahuan tersebut,lantas ia akan
mencari dan hasilnya ia mengetahui sesuatu.Dimana sesuatu itulah yang disebut
ilmu pengetahuan.Jadi ilmu pengetahuan adalah semua hal-hal yang diketahui
tentang suatu informasi yang ada.Lalu bagaimana jika ilmu pengetahuan tersebut
ingin dijadikan sebagai teori ilmiah yang nantinya dengan serta merta
mendapatkan sebuah pengakuan sebagai suatu bentuk apresiasi kegiatan ilmiah?
Pertanyaan inilah yang sedikit menggelitik
rahim pemikiran saya betapa pentingnya suatu ilmu itu walaupun dalam bentuk
terkecil sekalipun yang jika diibaratkan bentuk terkecil ilmu bagaikan kutu
yang bersarang diatas kepala manusia pun ingin meraih sebuah pengakuan apakah karya
tersebut termasuk dalam kategori yang namanya metode ilmiah atau proses ilmiah.
Sepeti halnya di dalam skripsi ini yang
berjudul Membangun Sekolah Kembali Studi terhadap Aktivitas Dinas Pendidikan
dan Kebudayaan Kabupaten Bantul dalam menanggapi situasi Krisis Terutama Pada
Masa Tanggap Darurat-Masa Rekonstruksi Paska Bencana Gempa Bumi 27 Mei 2006
oleh Rita Erlisa Damayanti.Beliau dalam hal ini sebagai penulis sangat berpikir
kritis untuk mengetahui bagaimana respon negara dalam mengelola situasi krisis
terutama pada masa tanggap darurat sampai dengan masa rekonstruksi paska
bencana.
Akan tetapi karya skripsi ini masih perlu
dipertanyakan dan ditelusuri kembali lebih dalam jejak langkah kegiatan
ilmiahnya sebuah karya yang telah dipersembahkan oleh penulis skripsi dihadapan
redaksi pembaca.Oleh karena itu sudut-sudut rangkaian pemikiran yang akan saya
deskripsikan nanti disini,besar harapan dapat mengantarkan kita untuk dapat
menjawab dan mempertegas tolok atau dasar sepak terjang kegiatan
ilmiahnya kepenulisan.
·
ISI POKOK TOLOK ATAU DASAR KEILMIAHAN SUATU KARYA
Ø Konsep
Pemikiran Metode ilmiah atau Proses ilmiah
~ Ciri ilmu mempergunakan metode.”Metode”
berarti bahwa penyelidikan berlangsung menurut suatu rencana tertentu.Istilah
ini mula-mula berarti “suatu jalan yang harus ditempuh”.Metode ilmiah
mengadakan penataan data yang sebelum ditata biasanya merupakan tumpukan yang
kacau. ( C.A van peursen.1985.susunan ilmu pengetahuan sebuah pengantar
filsafat ilmu.PT Gramedia.Jakarta.hlm.16 ).
~ Sebagaimana yang dijelaskan penulis dalam
karya skripsinya bahwa metode yang digunakan dalam penelitiannya adalah metode
penelitian kualitatif yang berdasarkan logika pemikiran rasional dan menekankan
pada asas objektifitas.Dalam hal ini penulis skripsi menjelaskan bahwa menurut
Bogdan dan Taylor penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang
menghasilkan deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang
dan perilaku yang dapat diamati. (Moleong,Lexy.1999.op.Cit).Deskriptif
yang berupa kata-kata lisan dan tertulis itulah yang akan diolah menjadi bukti
penelitian untuk menjelaskan masalah.Dengan demikian metode penelitian
kualitatif menekankan untuk memahami dan menjelaskan situasi tertentu dalam
masyarakat.
Adalah John Dewey yang memperkenalkan konsep berpikir reflektif (reflective
thinking),yang akhirnya menjadi dasar metode penelitian ilmiah.Dalam hal ini
John Dewey menjelaskan tahapan-tahapan dasar metode penelitian ilmiah adalah
sebagai berikut :
1. The Felt Need (adanya suatu
kebutuhan): Seseorang merasakan adanya suatu kebutuhan yang menggoda perasaanya
sehingga dia berusaha mengungkapkan kebutuhan tersebut.
Sudut
Tabel
Konsep yang diterapkan Penulis Skripsi
|
|
Keterangan Data
|
Analisis Fakta Pembuktian
|
ADA
|
Dalam hal ini penulis skripsi berusaha
menyoroti betapa pendidikan adalah kebutuhan dasar setiap manusia sepanjang
hidupnya,sebagaimana pepatah mengatakan “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga
liang lahat.” Faktor lain yang menjadi adanya suatu kebutuhan atau latar
belakang penulisan skripsi ini adalah julukan Yogyakarta adalah kota
pelajar.Dengan asumsi sebagai kota pelajar Yogyakarta menjadi salah satu
pusat pengembangan pendidikan yang menjadi priootas utama dalam pembangunan nasional.
|
2. The Problem
(menetapkan masalah): Dari kebutuhan yang dirasakan pada tahap the felt need
diatas, diteruskan dengan merumuskan, menempatkan dan membatasi permasalahan
(kebutuhan). Penemuan terhadap kebutuhan dan masalah boleh dikatakan parameter
yang sangat penting dan menentukan kualitas penelitian. Studi literatur,
diskusi, dan pembimbingan dilakukan sebenarnya untuk men-define kebutuhan
dan masalah yang akan diteliti.
Sudut Tabel
Konsep yang diterapkan Penulis Skripsi
|
|
Keterangan Data
|
Analisis Fakta Pembuktian
|
ADA
|
Dalam hal ini fokus penelitian yang menjadi
rumusan masalah penulis adalah bagaimana respon negara dalam mengelola
situasi krisis terutama pada masa tanggap darurat,rehabilitasi dan
rekonstruksi bidang pendidikan di Kabupaten Bantul paska bencana gempa bumi
27 Mei 2006?
|
3. The Hypothesis
(menyusun hipotesis): Jawaban atau pemecahan masalah sementara yang masih
merupakan dugaan yang dihasilkan misalnya dari pengalaman, teori dan hukum yang
ada.
Sudut Tabel
Konsep yang diterapkan Penulis Skripsi
|
|
Keterangan Data
|
Analisis Fakta Pembuktian
|
ADA
|
Dalam hal ini yang menjadi analisa sementara
penulis sebagaimana yang dijelaskan dalam skripsinya penulis mencoba
menjadikan studi kasus merupakan metode yang tepat untuk menganalisa
eksistensi negara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Bantul
dalam masa tanggap darurat hingga rekonstruksi.Gempa bumi 27 Mei 2006
merupakan suatu fenomena kontemporer dalam konteks kehidupan yang nyata
dimana di satu sisi konteks sistem kehidupan yang normal tidak
berfungsi,disisi lain sistem tersebut tidak memiliki kesiapan untuk
menghadapi kondisi tersebut sehingga tercipta krisis.Situasi inilah yang pada
akhirnya menimbulkan pertanyaan,bagaimanakah situasi ini dikelola.
|
4. Collection of Data as Avidance (merekam data untuk pembuktian): Membuktikan hipotesis dengan
eksperimen, pengujian dan merekam data di lapangan. Data-data dihubungkan satu
dengan yang lain untuk ditemukan kaitannya. Proses ini disebut dengan analisis.
Kegiatan analisis dilengkapi dengan kesimpulan yang mendukung atau menolak
hipotesis.
Sudut Tabel
Konsep yang diterapkan Penulis Skripsi
|
|
Keterangan Data
|
Analisis Fakta Pembuktian
|
ADA
|
Dalam hal ini kegiatan analisis jenis data
yang dilakukan penulis untuk menjawab pertanyaannya,penulis skripsi
menggunakan studi lapangan,dimana peneliti terjun langsung ke Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantul,sekolah-sekolah terkait,dan
masyarakat dilingkungan penelitian.Selanjutnya peneliti melakukan suatu tehnik
pengumpulan data diantaranya :
a.Tehnik Observasi langsung
penulis skripsi melakukan pengamatan dengan
terlibat secara aktif dan pasif baik secara formal maupun informal terhadap
proses management bencana dalam bidang pendidikan di Kabupaten Bantul.
~ Bukti keterlibatan aktif penulis :
Penulis ikut serta dalam proses belajar
mengajar menjadi pendamping guru SD Negeri 2 Salakan di Dusun Mertosanan
Wetan,Desa Potorono,Kecamatan Banguntapan,Kabupaten Bantul selama 1,5 bulan.
~ Bukti keterlibatan pasif penulis :
Keterlibatan pasif dilakukan di lingkungan
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantul.
b.Tehnik Wawancara secara mendalam (depth
interview)
Yang menjadi terget sasaran wawancara adalah
SATLAK,Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantul,Kepala
Sekolah,dan Masyarakat.
Tujuan tehnik wawancara sebagai strategi
utama dalam pengumpulan data dan strategi pendukung bagi tehnik yang lain
dalam proses pengumpulan data.
c. Tehnik Dokumentasi
Tujuannya untuk memperkaya data-data yang
diperlukan dalam rangka memberikan gambaran yang komprehensif tentang
managemen bencana dalam bidang pendidikan di Kabupaten Bantul.Data dikatakan
akurat bila peneliti mampu melihat dengan seksama data yang diperoleh dari
responden,data dokumentasi,dan dilengkapi dengan sejumlah teori.
|
5. Concluding Belief (kesimpulan yang diyakini kebenarannya): Berdasarkan analisis yang
dilakukan pada tahap ke-4, dibuatlah sebuah kesimpulan yang diyakini mengandung
kebenaran, khususnya untuk kasus yang diuji.
Sudut Tabel
Konsep yang diterapkan Penulis Skripsi
|
|
Keterangan Data
|
Analisis Fakta Pembuktian
|
ADA
|
Dari tahapan kegiatan seperti pemaparan di
atas tadi,dalam hal ini penulis skripsi setelah memperhatikan segala
aktivitas yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten
Bantul beserta berbagai relasi yang dibangun oleh negara (antara negara
dengan non-negara dan antara negara dengan masyarakat) tersebut maka dapat
disimpulkan bahwa kemampuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantu
dalam merespon kondisi krisis terutama pada masa tanggap darurat,masa
rehabilitasi dan masa rekonstruksi paska bencana gempa bumi 27 Mei 2006 di
Kabupaten Bantul secara keseluruhan tergolong kurang baik.
|
6. General Value of the Conclusion (memformulasikan kesimpulan umum): Kesimpulan yang dihasilkan tidak
hanya berlaku untuk kasus tertentu, tetapi merupakan kesimpulan (bisa berupa
teori, konsep dan metode) yang bisa berlaku secara umum, untuk kasus lain yang
memiliki kemiripan-kemiripan tertentu dengan kasus yang telah dibuktikan
diatas.
Sudut Tabel
Konsep yang diterapkan Penulis Skripsi
|
|
Keterangan Data
|
Analisis Fakta Pembuktian
|
ADA
|
Dalam hal ini kegiatan penulis skripsi dalam
mengambil kesimpulan secara umum telah menjawab konsep masalah yang telah
dirumuskan,antara lain bahwa :
Hasil penelitian membuktikan bahwa respon
negara dalam menanggapi situasi krisis paska bencana gempa bumi 27 Mei 2006
di Kabupaten Bantul tergolong rendah.Hal ini dapat dilihat dari peran minimal
yang ditunjukkan oleh negara yaitu hanya bersifat pasif sebagai kordinator
dan mengeluarkan kebijakan terkait penyelenggaraan penanganan bencana tanpa
terjun lebih lanjut untuk lebih dekat dengan masyarakat.Pemerintah hanya
menerima apa yang diberikan tanpa ada upaya responsif dan signifikan untuk
menghimpun bantuan dari pihak non pemerintah,dalam hal ini aktor non negara dan
masyarakat.Buruknya kinerja pemerintah dalam merespon krisis menimbulkan
implikasi yang cukup signifikan.Dalam tahap tanggap darurat,sekolah sempat
terhenti selama beberapa hari.Dalam masa rehabilitasi proses trauma healing
justru didominasi oleh aktor non negara.Dalam hal lain,pemerintah tidak dapat
menghimpun donatur dari pihak luar sehingga kekurangan dana untuk
merrekonstruksi sekolah di Kabupaten Bantul masih sangat besar.Pada akhirnya
dalam masa rekonstruksi sampai akhir tahun 2006 puluhan sekolah yang
mengalami kerusakan belum tersentuh bantuan.Dengan demikian,upaya untuk
membangun sekolah kembali masih membutuhkan waktu yang sangat panjang.
|
Ø Konsep
Pemikiran Persyaratan Penelitian
~ Dalam konsep pemikiran persyaratan
penelitian yang tersajikan ini saya mencoba mempertegas lagi atau dengan kata
lain merenungkan kembali tolok atau dasar keilmiahan sebuah karya sebagaimana
mengutip dari referensi Dr.Suharsimi Arikunto.1986.prosedur penelitian suatu
pendekatan praktik.Bumi Aksara.Jakarta.hlm 12).Ada tiga persyaratan penting
dalam mengadakan kegiatan penelitian yaitu : sistematis,berencana dan mengikuti
konsep ilmiah.
-
Sistematis : artinya dilaksanakan menurut pola tertentu,dari yang
paling
sederhana
sampai kompleks hingga tercapai tujuan secara efektif dan efisien.
-
Berencana : artinya dilaksanakan dengan adanya unsur kesengajaan dan
sebelumnya sudah dipikirkan langkah-langkah pelaksanaannya.
-
Mengikuti konsep ilmiah : artinya mulai awal
sampai akhir kegiatan penelitian mengikuti cara-cara yang sudah
ditentukan,yaitu prinsip memperoleh ilmu pengetahuan.
~ Dalam konsep diatas tadi tiga persyaratan
penting dalam mengadakan kegiatan penelitian yaitu : sistematis,berencana dan
mengikuti konsep ilmiah,saya pikir telah dimiliki oleh penulis
skripsi,realitanya sebagaimana penjabaran fakta-fakta konsep pemikiran metode
ilmiah atau proses ilmiah yang telah saya deskripsikan di atas tadi.
· PENUTUP
Kesimpulan
Setelah menelusuri lebih dalam jejak kegiatan
karya skripsi ini,yang bertolok pada kekuatan berbagai sumber referensi yang
ada.Maka terjawab sudah pertanyaan yang muncul dari rahim pemikiran saya yang
sebagaimana telah saya paparkan di depan halaman pengantar.Bahwasanya dalam
skripsi ini dapat saya katakan dan mengakui karya ini termasuk dalam kegiatan
karya ilmiah.Tentunya argumen saya dalam memberikan penilaian ini tidak hanya
sekedar pemikiran belaka,akan tetapi telah dipertegas dan diperkuat pula oleh
sumber referensi sebagaimana telah saya tuangkan di dalam isi pokok tolok atau
dasar keilmiahan suatu karya.
Ucapan Terima Kasih
Dalam hal ini saya mengucapkan terima kasih
kepada perpustakaan Fisipol Universitas Gadjah Mada yang telah menyajikan
sumber referensi kepada saya untuk dapat melakukan review terhadap karya
skripsi ini.Serta tak lupa ucapan terima kasih kepada Bapak Purwo Santoso yang
telah menjelaskan bahwa konsep berteori itu penting dan juga telah mengajarkan
kepada saya review kaidah yang baik walaupun mungkin dalam penulisan saya ini
masih terdapat kekurangan karena bagaimana pun saya hanyalah manusia
biasa.Besar harapan semoga untuk kedepannya saya dapat melakukan kaidah review
yang lebih baik lagi.

