Jumat, 28 Desember 2012

Nemu di google tugas metode ilmiahku jaman semester 1


 

Tadi aku nyoba ngeklik namaku Irma Safni di mbah Google eh ternyata nemu tugas kuliahku pas jaman semester 1...tugas kuliah itu diberikan oleh dosen pengampu yang menurutku agak killer dalam mata kuliah yang berjudul "Ilmu Sosial Dasar"
eh gilee aje...baru semester 1 udah dikasih tugas yang menurut aku dan teman-teman agak berat...tentang skripsiiii booo....padahal skripsi mah ntar di semester-semester akhir loh yaah....hahaa
tapi wesh ra po2 lah (*kenapajadibahasajawagini) anggap aj buat pembelajaran langsung ke level yang cukup tinggi meeenn...hehe :)
Inilah tulisanku, seorang anak semester 1 yang belum ngerti banget tentang metode ilmiah...yeaaahh *silahkandisimak yah sob, Sbb :



Sudut-Sudut Pemikiran

·        PENGANTAR

Sejak manusia terlahir di dunia ini pasti memiliki sebuah keingintahuan.Dari keingintahuan tersebut,lantas ia akan mencari dan hasilnya ia mengetahui sesuatu.Dimana sesuatu itulah yang disebut ilmu pengetahuan.Jadi ilmu pengetahuan adalah semua hal-hal yang diketahui tentang suatu informasi yang ada.Lalu bagaimana jika ilmu pengetahuan tersebut ingin dijadikan sebagai teori ilmiah yang nantinya dengan serta merta mendapatkan sebuah pengakuan sebagai suatu bentuk apresiasi kegiatan ilmiah?
Pertanyaan inilah yang sedikit menggelitik rahim pemikiran saya betapa pentingnya suatu ilmu itu walaupun dalam bentuk terkecil sekalipun yang jika diibaratkan bentuk terkecil ilmu bagaikan kutu yang bersarang diatas kepala manusia pun ingin meraih sebuah pengakuan apakah karya tersebut termasuk dalam kategori yang namanya metode ilmiah atau proses ilmiah.
Sepeti halnya di dalam skripsi ini yang berjudul Membangun Sekolah Kembali Studi terhadap Aktivitas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantul dalam menanggapi situasi Krisis Terutama Pada Masa Tanggap Darurat-Masa Rekonstruksi Paska Bencana Gempa Bumi 27 Mei 2006 oleh Rita Erlisa Damayanti.Beliau dalam hal ini sebagai penulis sangat berpikir kritis untuk mengetahui bagaimana respon negara dalam mengelola situasi krisis terutama pada masa tanggap darurat sampai dengan masa rekonstruksi paska bencana.
Akan tetapi karya skripsi ini masih perlu dipertanyakan dan ditelusuri kembali lebih dalam jejak langkah kegiatan ilmiahnya sebuah karya yang telah dipersembahkan oleh penulis skripsi dihadapan redaksi pembaca.Oleh karena itu sudut-sudut rangkaian pemikiran yang akan saya deskripsikan nanti disini,besar harapan dapat mengantarkan kita untuk dapat menjawab dan mempertegas tolok atau dasar sepak terjang kegiatan ilmiahnya kepenulisan.

·        ISI POKOK TOLOK ATAU DASAR KEILMIAHAN SUATU KARYA

Ø      Konsep Pemikiran Metode ilmiah atau Proses ilmiah
~ Ciri ilmu mempergunakan metode.”Metode” berarti bahwa penyelidikan berlangsung menurut suatu rencana tertentu.Istilah ini mula-mula berarti “suatu jalan yang harus ditempuh”.Metode ilmiah mengadakan penataan data yang sebelum ditata biasanya merupakan tumpukan yang kacau. ( C.A van peursen.1985.susunan ilmu pengetahuan sebuah pengantar filsafat ilmu.PT Gramedia.Jakarta.hlm.16 ).
~ Sebagaimana yang dijelaskan penulis dalam karya skripsinya bahwa metode yang digunakan dalam penelitiannya adalah metode penelitian kualitatif yang berdasarkan logika pemikiran rasional dan menekankan pada asas objektifitas.Dalam hal ini penulis skripsi menjelaskan bahwa menurut Bogdan dan Taylor penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. (Moleong,Lexy.1999.op.Cit).Deskriptif yang berupa kata-kata lisan dan tertulis itulah yang akan diolah menjadi bukti penelitian untuk menjelaskan masalah.Dengan demikian metode penelitian kualitatif menekankan untuk memahami dan menjelaskan situasi tertentu dalam masyarakat.
            Adalah John Dewey yang memperkenalkan konsep berpikir reflektif (reflective thinking),yang akhirnya menjadi dasar metode penelitian ilmiah.Dalam hal ini John Dewey menjelaskan tahapan-tahapan dasar metode penelitian ilmiah adalah sebagai berikut :
1. The Felt Need (adanya suatu kebutuhan): Seseorang merasakan adanya suatu kebutuhan yang menggoda perasaanya sehingga dia berusaha mengungkapkan kebutuhan tersebut.    
  Sudut Tabel     
Konsep yang diterapkan Penulis Skripsi
Keterangan Data
Analisis Fakta Pembuktian
ADA
Dalam hal ini penulis skripsi berusaha menyoroti betapa pendidikan adalah kebutuhan dasar setiap manusia sepanjang hidupnya,sebagaimana pepatah mengatakan “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat.” Faktor lain yang menjadi adanya suatu kebutuhan atau latar belakang penulisan skripsi ini adalah julukan Yogyakarta adalah kota pelajar.Dengan asumsi sebagai kota pelajar Yogyakarta menjadi salah satu pusat pengembangan pendidikan yang menjadi priootas utama dalam pembangunan nasional.
2. The Problem (menetapkan masalah): Dari kebutuhan yang dirasakan pada tahap the felt need diatas, diteruskan dengan merumuskan, menempatkan dan membatasi permasalahan (kebutuhan). Penemuan terhadap kebutuhan dan masalah boleh dikatakan parameter yang sangat penting dan menentukan kualitas penelitian. Studi literatur, diskusi, dan pembimbingan dilakukan sebenarnya untuk  men-define kebutuhan dan masalah yang akan diteliti.
            Sudut Tabel     
Konsep yang diterapkan Penulis Skripsi
Keterangan Data
Analisis Fakta Pembuktian
ADA
Dalam hal ini fokus penelitian yang menjadi rumusan masalah penulis adalah bagaimana respon negara dalam mengelola situasi krisis terutama pada masa tanggap darurat,rehabilitasi dan rekonstruksi bidang pendidikan di Kabupaten Bantul paska bencana gempa bumi 27 Mei 2006?


3. The Hypothesis (menyusun hipotesis): Jawaban atau pemecahan masalah sementara yang masih merupakan dugaan yang dihasilkan misalnya dari pengalaman, teori dan hukum yang ada.

            Sudut Tabel     
Konsep yang diterapkan Penulis Skripsi
Keterangan Data
Analisis Fakta Pembuktian
ADA
Dalam hal ini yang menjadi analisa sementara penulis sebagaimana yang dijelaskan dalam skripsinya penulis mencoba menjadikan studi kasus merupakan metode yang tepat untuk menganalisa eksistensi negara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Bantul dalam masa tanggap darurat hingga rekonstruksi.Gempa bumi 27 Mei 2006 merupakan suatu fenomena kontemporer dalam konteks kehidupan yang nyata dimana di satu sisi  konteks sistem kehidupan yang normal tidak berfungsi,disisi lain sistem tersebut tidak memiliki kesiapan untuk menghadapi kondisi tersebut sehingga tercipta krisis.Situasi inilah yang pada akhirnya menimbulkan pertanyaan,bagaimanakah situasi ini dikelola.

4. Collection of Data as Avidance (merekam data untuk pembuktian): Membuktikan hipotesis dengan eksperimen, pengujian dan merekam data di lapangan. Data-data dihubungkan satu dengan yang lain untuk ditemukan kaitannya. Proses ini disebut dengan analisis. Kegiatan analisis dilengkapi dengan kesimpulan yang mendukung atau menolak hipotesis.

Sudut Tabel     
Konsep yang diterapkan Penulis Skripsi
Keterangan Data
Analisis Fakta Pembuktian
ADA
Dalam hal ini kegiatan analisis jenis data yang dilakukan penulis untuk menjawab pertanyaannya,penulis skripsi menggunakan studi lapangan,dimana peneliti terjun langsung ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantul,sekolah-sekolah terkait,dan masyarakat dilingkungan penelitian.Selanjutnya peneliti melakukan suatu tehnik pengumpulan data diantaranya :
a.Tehnik Observasi langsung
penulis skripsi melakukan pengamatan dengan terlibat secara aktif dan pasif baik secara formal maupun informal terhadap proses management bencana dalam bidang pendidikan di Kabupaten Bantul.
~ Bukti keterlibatan aktif penulis :
Penulis ikut serta dalam proses belajar mengajar menjadi pendamping guru SD Negeri 2 Salakan di Dusun Mertosanan Wetan,Desa Potorono,Kecamatan Banguntapan,Kabupaten Bantul selama 1,5 bulan.
 ~ Bukti keterlibatan pasif penulis :
Keterlibatan pasif dilakukan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantul.
b.Tehnik Wawancara secara mendalam (depth interview)
Yang menjadi terget sasaran wawancara adalah SATLAK,Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantul,Kepala Sekolah,dan Masyarakat.
Tujuan tehnik wawancara sebagai strategi utama dalam pengumpulan data dan strategi pendukung bagi tehnik yang lain dalam proses pengumpulan data.
c. Tehnik Dokumentasi
Tujuannya untuk memperkaya data-data yang diperlukan dalam rangka memberikan gambaran yang komprehensif tentang managemen bencana dalam bidang pendidikan di Kabupaten Bantul.Data dikatakan akurat bila peneliti mampu melihat dengan seksama data yang diperoleh dari responden,data dokumentasi,dan dilengkapi dengan sejumlah teori.


5. Concluding Belief (kesimpulan yang diyakini kebenarannya): Berdasarkan analisis yang dilakukan pada tahap ke-4, dibuatlah sebuah kesimpulan yang diyakini mengandung kebenaran, khususnya untuk kasus yang diuji.
            Sudut Tabel     
Konsep yang diterapkan Penulis Skripsi
Keterangan Data
Analisis Fakta Pembuktian
ADA
Dari tahapan kegiatan seperti pemaparan di atas tadi,dalam hal ini penulis skripsi setelah memperhatikan segala aktivitas yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantul beserta berbagai relasi yang dibangun oleh negara (antara negara dengan non-negara dan antara negara dengan masyarakat) tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantu dalam merespon kondisi krisis terutama pada masa tanggap darurat,masa rehabilitasi dan masa rekonstruksi paska bencana gempa bumi 27 Mei 2006 di Kabupaten Bantul secara keseluruhan tergolong kurang baik.


6. General Value of the Conclusion (memformulasikan kesimpulan umum): Kesimpulan yang dihasilkan tidak hanya berlaku untuk kasus tertentu, tetapi merupakan kesimpulan (bisa berupa teori, konsep dan metode) yang bisa berlaku secara umum, untuk kasus lain yang memiliki kemiripan-kemiripan tertentu dengan kasus yang telah dibuktikan diatas.
            Sudut Tabel     
Konsep yang diterapkan Penulis Skripsi
Keterangan Data
Analisis Fakta Pembuktian
ADA
Dalam hal ini kegiatan penulis skripsi dalam mengambil kesimpulan secara umum telah menjawab konsep masalah yang telah dirumuskan,antara lain bahwa :
Hasil penelitian membuktikan bahwa respon negara dalam menanggapi situasi krisis paska bencana gempa bumi 27 Mei 2006 di Kabupaten Bantul tergolong rendah.Hal ini dapat dilihat dari peran minimal yang ditunjukkan oleh negara yaitu hanya bersifat pasif sebagai kordinator dan mengeluarkan kebijakan terkait penyelenggaraan penanganan bencana tanpa terjun lebih lanjut untuk lebih dekat dengan masyarakat.Pemerintah hanya menerima apa yang diberikan tanpa ada upaya responsif dan signifikan untuk menghimpun bantuan dari pihak non pemerintah,dalam hal ini aktor non negara dan masyarakat.Buruknya kinerja pemerintah dalam merespon krisis menimbulkan implikasi yang cukup signifikan.Dalam tahap tanggap darurat,sekolah sempat terhenti selama beberapa hari.Dalam masa rehabilitasi proses trauma healing justru didominasi oleh aktor non negara.Dalam hal lain,pemerintah tidak dapat menghimpun donatur dari pihak luar sehingga kekurangan dana untuk merrekonstruksi sekolah di Kabupaten Bantul masih sangat besar.Pada akhirnya dalam masa rekonstruksi sampai akhir tahun 2006 puluhan sekolah yang mengalami kerusakan belum tersentuh bantuan.Dengan demikian,upaya untuk membangun sekolah kembali masih membutuhkan waktu yang sangat panjang.


Ø      Konsep Pemikiran Persyaratan Penelitian
~ Dalam konsep pemikiran persyaratan penelitian yang tersajikan ini saya mencoba mempertegas lagi atau dengan kata lain merenungkan kembali tolok atau dasar keilmiahan sebuah karya sebagaimana mengutip dari referensi Dr.Suharsimi Arikunto.1986.prosedur penelitian suatu pendekatan praktik.Bumi Aksara.Jakarta.hlm 12).Ada tiga persyaratan penting dalam mengadakan kegiatan penelitian yaitu : sistematis,berencana dan mengikuti konsep ilmiah.
-         Sistematis   : artinya dilaksanakan menurut pola tertentu,dari yang paling sederhana             sampai kompleks hingga tercapai tujuan secara efektif dan efisien.
-         Berencana  : artinya dilaksanakan dengan adanya unsur kesengajaan dan sebelumnya sudah dipikirkan langkah-langkah pelaksanaannya.
-         Mengikuti konsep ilmiah      : artinya mulai awal sampai akhir kegiatan penelitian mengikuti cara-cara yang sudah ditentukan,yaitu prinsip memperoleh ilmu pengetahuan.
~ Dalam konsep diatas tadi tiga persyaratan penting dalam mengadakan kegiatan penelitian yaitu : sistematis,berencana dan mengikuti konsep ilmiah,saya pikir telah dimiliki oleh penulis skripsi,realitanya sebagaimana penjabaran fakta-fakta konsep pemikiran metode ilmiah atau proses ilmiah yang telah saya deskripsikan di atas tadi.


·        PENUTUP

Kesimpulan

Setelah menelusuri lebih dalam jejak kegiatan karya skripsi ini,yang bertolok pada kekuatan berbagai sumber referensi yang ada.Maka terjawab sudah pertanyaan yang muncul dari rahim pemikiran saya yang sebagaimana telah saya paparkan di depan halaman pengantar.Bahwasanya dalam skripsi ini dapat saya katakan dan mengakui karya ini termasuk dalam kegiatan karya ilmiah.Tentunya argumen saya dalam memberikan penilaian ini tidak hanya sekedar pemikiran belaka,akan tetapi telah dipertegas dan diperkuat pula oleh sumber referensi sebagaimana telah saya tuangkan di dalam isi pokok tolok atau dasar keilmiahan suatu karya.

Ucapan Terima Kasih

Dalam hal ini saya mengucapkan terima kasih kepada perpustakaan Fisipol Universitas Gadjah Mada yang telah menyajikan sumber referensi kepada saya untuk dapat melakukan review terhadap karya skripsi ini.Serta tak lupa ucapan terima kasih kepada Bapak Purwo Santoso yang telah menjelaskan bahwa konsep berteori itu penting dan juga telah mengajarkan kepada saya review kaidah yang baik walaupun mungkin dalam penulisan saya ini masih terdapat kekurangan karena bagaimana pun saya hanyalah manusia biasa.Besar harapan semoga untuk kedepannya saya dapat melakukan kaidah review yang lebih baik lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar